Senin, 15 Agustus 2011
saat PKL
dari hari pertama hingga hari ke 15, akhirnya jenuh juga, posisi aku di kantor sih lebih lumayan daripada temen2 yang lain, selain yang paling dapat banyak kerjaan, plus ada masukan juga..hehhee jd semangat ngerjain tugas yang cukup memusingkan sekalipun, apalagi setipa setiap hari harus ketemu ama banyak orang yang memiliki keluhan masing2..tapi untungnya kadang aku masih bisa denger bapak yang dapat keluhan masih bisa bercanda, sampe aku yang lagi banyak kerjaan juga bisa ketawa karna serasa dapat hiburan juga..dan waktu nge post ini, untungnya lagi ga da kerjaan, dan bisa ol, jadi mutusin dari sekarang kalo lagi betet ga da kerjaan mulai ngeblog lagi aja..soalnya pasti ngantuk banget, bangun dari jam 4an dan mulai prepare dan ngerjain yang lain , dan capcuss ke kantor, amat sangat melelahkan tapi semua dijalani dengan semangat sekalipun banyak orang yang terkadang buat bete, tapi secepatnya mood kembali baik karna ada Tuhan Yesus, sahabat yang paling sejati dan ngasih sukacita :), so Thanks God, i have a great Lord Jesus..hmmmm ampe jam pulang blom di kasih kerjaan juga, untung besok 17 agustus, jadi yang pkl ga perlu ikut upacara, so i'm free :D, ga perlu bangun jam 4an dan harus ngantri bus transjakarta..asliiii ngantuk banget, pengen tidurr atau jalan kemana beneran kangen pengen jalan ama temen2 ku yang rame risa, rhena, ayu, nunu, wiwid, ridha..kangen ngakak, gila2an ama mreka, tp pada sibuk banget sih smester ini, jalan ama temen2 yang di medan lebih ga mungkin lagi..heheee......akhirnya udah jam pulang. go HOME !!! :D
Senin, 15 Februari 2010
Global Tourism School
Global Tourism School adalah sekolah yang ingin saya dirikan. Sekolah ini setara dengan Sekolah Menengah Kejuruan. Dan sekolah ini berprogram keahlian Pariwisata. Pariwisata sudah menjadi globalisasi industri terbesar di dunia. Sebagai penyumbang ekonomi global, pariwisata tidak ada tandingannya. Dan banyak negara bergantung dari sektor ini sebagai sumber pajak dan pendapatan. Begitu juga bagi Indonesia, Pariwisata merupakan salah satu penghasil penghasil devisa non migas terbesar. Dan sekarang ini pariwisata merupakan suatu tuntutan hidup, yakni untuk menghilangkan kejenuhan dari rutinitas pekerjaan. Sehingga permintaan orang untuk melakukan perjalanan wisata, dari tahun ke tahun terus meningkat. Peningkatan permintaan tersebut dapat dilihat dari angka kunjungan wisata yang semakin bertambah dari tahun ke tahun. Namun kepariwisataan di Indonesia belum belum dikelola secara maksimal. Padahal begitu banyak tempat-tempat wisata yang memiliki potensi yang besar, namun objek wisata yang bagus, infrastruktur memadai, serta promosi besar-besaran, tak akan berarti banyak jika kesadaran masyarakat terhadap wisata masih rendah. Apalagi jika sumber daya manusia pengelola pariwisata dan pemerintah masih berorientasi kepentingan pribadi dan sesaat. Jadi tingkat keberhasilan pembangunan nasional Indonesia di segala bidang akan sangat bergantung pada sumber daya manusia sebagai aset bangsa. Dan menyiapkan masyarakat dan pejabat yang sadar wisata adalah suatu hal yang sangat penting. Dengan mengoptimalkan dan memaksimalkan perkembangan seluruh sumber daya manusia yang dimiliki maka berdampak besar bagi kemajuan dan pengembangan pariwisata. Sehingga lebih mendorong masyarakat dan Pemerintah untuk meningkatkan mutu pariwisata. Salah satu usaha yang dapat dilakukan yaitu melalui faktor pendidikan, baik melalui jalur pendidikan formal maupun jalur pendidikan non formal.
Salah satu lembaga pada jalur pendidikan formal yang menyiapkan lulusannya untuk memiliki keunggulan di dunia kerja, diantaranya melalui jalur pendidikan kejuruan. Saat ini SMK sedang gencar – gencarnya digalakkan oleh pemerintah. Kebijakan ini ditempuh setelah melihat kenyataan bahwa 65 % penganggur terdidik adalah lulusan pendidikan menengah, yang dapat diartikan sebagai kurangnya keterampilan lulusan pendidikan menengah untuk masuk lapangan kerja. SMK kelompok program keahlian pariwisata adalah salah satu program keahlian yang diprediksikan oleh Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan akan berkembang pesat untuk jangka waktu yang panjang.
Karena faktor-faktor tersebutlah maka saya memilih untuk mendirikan Tourism School. Karena sekolah ini dirancang untuk menyiapkan peserta didik atau lulusan yang siap memasuki dunia kerja dan mampu mengembangkan sikap profesional di bidang Pariwisata. Tidak hanya dituntut bukan sebagai penyedia tenaga kerja yang siap bekerja pada lapangan kerja yang sesuai dengan kebutuhan dunia usaha / dunia industri, tetapi juga dituntut untuk mengembangkan diri pada jalur wirausaha, agar dapat maju dalam berwirausaha walaupun dalam kondisi dan situasi apapun.
Global Tourism School adalah sekolah yang ingin saya dirikan. Sekolah ini setara dengan Sekolah Menengah Kejuruan. Dan sekolah ini berprogram keahlian Pariwisata. Pariwisata sudah menjadi globalisasi industri terbesar di dunia. Sebagai penyumbang ekonomi global, pariwisata tidak ada tandingannya. Dan banyak negara bergantung dari sektor ini sebagai sumber pajak dan pendapatan. Begitu juga bagi Indonesia, Pariwisata merupakan salah satu penghasil penghasil devisa non migas terbesar. Dan sekarang ini pariwisata merupakan suatu tuntutan hidup, yakni untuk menghilangkan kejenuhan dari rutinitas pekerjaan. Sehingga permintaan orang untuk melakukan perjalanan wisata, dari tahun ke tahun terus meningkat. Peningkatan permintaan tersebut dapat dilihat dari angka kunjungan wisata yang semakin bertambah dari tahun ke tahun. Namun kepariwisataan di Indonesia belum belum dikelola secara maksimal. Padahal begitu banyak tempat-tempat wisata yang memiliki potensi yang besar, namun objek wisata yang bagus, infrastruktur memadai, serta promosi besar-besaran, tak akan berarti banyak jika kesadaran masyarakat terhadap wisata masih rendah. Apalagi jika sumber daya manusia pengelola pariwisata dan pemerintah masih berorientasi kepentingan pribadi dan sesaat. Jadi tingkat keberhasilan pembangunan nasional Indonesia di segala bidang akan sangat bergantung pada sumber daya manusia sebagai aset bangsa. Dan menyiapkan masyarakat dan pejabat yang sadar wisata adalah suatu hal yang sangat penting. Dengan mengoptimalkan dan memaksimalkan perkembangan seluruh sumber daya manusia yang dimiliki maka berdampak besar bagi kemajuan dan pengembangan pariwisata. Sehingga lebih mendorong masyarakat dan Pemerintah untuk meningkatkan mutu pariwisata. Salah satu usaha yang dapat dilakukan yaitu melalui faktor pendidikan, baik melalui jalur pendidikan formal maupun jalur pendidikan non formal.
Salah satu lembaga pada jalur pendidikan formal yang menyiapkan lulusannya untuk memiliki keunggulan di dunia kerja, diantaranya melalui jalur pendidikan kejuruan. Saat ini SMK sedang gencar – gencarnya digalakkan oleh pemerintah. Kebijakan ini ditempuh setelah melihat kenyataan bahwa 65 % penganggur terdidik adalah lulusan pendidikan menengah, yang dapat diartikan sebagai kurangnya keterampilan lulusan pendidikan menengah untuk masuk lapangan kerja. SMK kelompok program keahlian pariwisata adalah salah satu program keahlian yang diprediksikan oleh Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan akan berkembang pesat untuk jangka waktu yang panjang.
Karena faktor-faktor tersebutlah maka saya memilih untuk mendirikan Tourism School. Karena sekolah ini dirancang untuk menyiapkan peserta didik atau lulusan yang siap memasuki dunia kerja dan mampu mengembangkan sikap profesional di bidang Pariwisata. Tidak hanya dituntut bukan sebagai penyedia tenaga kerja yang siap bekerja pada lapangan kerja yang sesuai dengan kebutuhan dunia usaha / dunia industri, tetapi juga dituntut untuk mengembangkan diri pada jalur wirausaha, agar dapat maju dalam berwirausaha walaupun dalam kondisi dan situasi apapun.
Langganan:
Komentar (Atom)
